SEHAT DAN BERUNTUNG BERSAMA BUDIDAYA SUPER “TOGA“

Mengapa Kita Budidaya (TOGA) Tanaman Obat Keluarga ?
Indonesia merupakan negara tropis megabiodiveersity, yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, termaksud tumbuhan yang berkhasiat obat. Lingkungan sekitar kita sebenarnya telah melindungi kita dari berbagai macam penyakit dengan menyediakan tanaman berkhasiat obat. Kearifan budaya tradisional, salah satunya budaya Sunda yang kehidupannya tidak terlepas dari alam sekitarnya, merupakan potensi yang sangat besar untuk TOGA. Namun dengan semakin berkembangnya pertumbuhan jumlah penduduk, lingkungan dan lahan pemukiman semakin tertekan. Akibatnya kepedulian terhadap sesama mahluk ciptaan Allah semakin terabaikan.
Budidaya pengembangan TOGA memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Apalagi pada saat ini, di masyarakat sedang berkembang “trend” kembali ke alam (back to nature), termaksud dalam hall penggunaan obat-obatan dan wisata. Disamping adanya trend tersebut, penggunaan tumbuhan obat semakin banyak dinikmati masyarakat, karena pengaruh kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis, sehingga banyak masyarakat yang memilih obat-obatan alami yang harganya relatif murah, aman, dan mudah memperolehnya, jika dibandingkan obat buatan pabrik.
Apa Keunggulan TOGA ?
  • Murah dan mudah mendapatkannya
  • Penggunaan tumbuhan obat secara tradisional tidak menimbulkan efek samping seperti halnya bahan obat-obatan dari kimia.
  • Dapat dipergunakan untuk berbagai macam penyakit; obat kuat (tonikum), obat penyakit (dalam dan luar), untuk mempercantik diri (kosmetika).
  • Proses pembuatannya tidak memerlukan bahan kimia, (dengan air dingin atau panas untuk menyeduhnya)

Apa Tujuan dan Manfaat Budidaya TOGA ?

Tujuan utama budidaya tanaman obat yaitu untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kekayaan alam melalui tanaman yang ada disekitar kita.

Manfaat yang didapat dari budidaya tanaman obat antara lain :

  • Pencegahan penyakit, jika digunakan secara dini dan kontinyu.
  • Pengobatan pertama pada kecelakaan (P3K)
  • Pengobatan pada penyakit luar dan dalam.
  • Untuk mempercantik diri (kosmetik)
  • Membentuk iklim mikro yang sejuk dan nyaman
  • Bernilai estetika bagi keluarga dan lingkungan (mengurangi stres)
  • Sumber ekonomi keluarga
Dimana Memperoleh Bibitnya ?
  • Di alam; sekitar pekarangan, kebun, sungai, hutan.
  • Balittro (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Jl. Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111 Telp. (0251)321879.
  • Kebun Obat Institut Pertanian Bogor (IPB).
  • Kebun Obat Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor, Cibalagung.
  • Masyarakat/rumah tangga yang telah membudidayakan TOGA.
Referensi Buku Tentang Jenis Tanaman TOGA dan Manfaatnya

No 

Judul Buku 

Pengarang 

Penerbit 

1

 

2

 

3

 

4

5

6

7

8

 

9

10

 

11

Tumbuhan Survival dan Tumbuhan Obat G. Gde Pangrango

Tumbuh-tumbuhan Berkhasiat Obat

Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia

Tumbuhan Obat

Pemanfaatan Tanaman Obat

Medical Herbs Index in Indonesia

Taksonomi Tumbuhan Obat

Tanaman Berkhasiat Obat Indonesia JiLid I s/d III

Ensiklopedia Milenium Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia

Hidup Sehat Cara Hembing

Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropis Indonesia 

Elly Agustini dkk

 

Nugroho. E dkk

 

A. Mien Rifai, Rugayah & Elizabeth

Tim Lembaga Biologi Indo.

Tim Departemen Kesehatan

Tim Penulis

Tjitrosoepomo, Gembong

Hembing Wijayakusuma dkk

 

Hembing Wijayakusuma dkk

Hembing Wijayakusuma dkk

 

Ervival Zuhud A.M 

Balai Taman Nasional Gunung Gde Pangrango, 2003

Eka Nugraha, Semarang 1992

 

Floribunda, Bogor, 1992

 

LIPI, Bogor, 1978

Depkes, Jakarta, 1983

PT. Eisai Indonesia, 1995

UGM University, Jogja 1994

Pusat Kartini, Jakarta 1992

 

PT. Prestasi Insan Indonesia, Jakarta 2000

PT Alex Mediacomputindo 2003

Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan IPB Bogor 1991

  • Bagaimana Tekhnik Budidayanya ?
    • Penanaman

      Prinsip utama budidaya TOGA adalah memanfaatkan lahan pekarangan semaksimal mungkin dengan mengintegrasikan kesatuan tanah, udara dan air bagi pertumbuhan tanaman. Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan lahan tanah, polybag, pot, dll.

      Beberapa teknik yanga dapat diterapkan dalam pembudidayaan TOGA yaitu ;

      • Menanam di tanah
      • Menanam dengan polybag
      • Menanam menggunakan pot
      • Hidroponik 
      • Bangku berundak/TOGA disusun pada bangku
      • Gantungan/TOGA menggantung di udara
      • Vertikal/TOGA ditanam pada bambu atau
      • Pipa Paalon

        pipa paralon

       

 

 

 

 


 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

  • Pemeliharaan

    Pada umumnya tanaman TOGA tidak membutuhkan perawatan khusus sebagaimana tanaman holtikultura lainnya. Yang paling utama adalah bentuk perhatian berupa penyiraman, penyiangan, pemupukan, dll.

  • Pemanenan dan pengolahan hasil

    Sebagian besar tanaman TOGA dapat dimanfaatkan seluruh bagian tanamannya baik berupa daun, buah, biji, akar, umbi, batang, tergantung pada jenis pengobatan dan penyakit yang akan dilakukan. Ambillah sebagian dari tanaman tersebut, sehingga kelestarian pertumbuhannya dapat dipertahankan terus menerus.

    Untuk pengolahan hasilnya dapat dengan cara sederhana antara lain : memanfaatkan bagian yang hidup, dikeringkan atau mengkombinasikan beberapa jenis tanaman (ramuan obat).

  • Pemasaran
    • Mendirikan Outlet/kios Tanaman Obat
    • Mendirikan Toko Herbal dan TOGA
    • Wisata Herbal dan Farma
    • Menjual ke apotik/toko obat
    • Menjual ke perusahaan/industri jamu
    • Menjual ke perusahaan farmasi (kimia farma, indofarma)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About hamiudin

Lahir di Raha (Kab. Muna - SULTRA) 1 Juni 1980. Anak ke 3 dari 8 bersaudara. SDN 13 Raha, SMPN 1 Raha, SKMA Ujung Pandang Angk. III (1999), Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor 2006. Staf Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, Bali.