Pembuatan Pupuk Bokashi

Syarat lokasi :

  1. Tempat  tidak terkena matahari maupun hujan secara langsung.
  2. Alas sebaiknya disemen atau diberi ubin.
  3. Kondisi tempat  cukup lembab
  4. Tempat  tidak   tergenang air

Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk bokasi sebanyak 100 kg:

  1. Limbah serbuk kayu gergajian  40kg
  2. Limbah organik (sekam padi) 20 kg
  3. Kotoran ternak 30 kg
  4. Dedak atau bekatul  10 kg
  5. EM4 Bakteri pembantu dekomposisi 50-100 ml (10-20 sendok makan).
  6. Molase / gula  50-100 ml (10-20 sendok makan).
  7. Air bersih secukupnya (kadar air 30 – 40 %)

Alat–alat yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk bokashi

  1. Cangkul / skop
  2. Sabit atau golok
  3. Plastik
  4. Ember
  5. Karung goni
  6. Sendok  makan
  7. Termometer

Prosedur atau cara kerja.

  1. Memilih tempat sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan,
  2. Mempersiapkan peralatan dan bahan  yang dibutuhkan,
  3. Cara pembuatan pupuk bokashi :
  • Membuat larutan 1 yaitu EM 4  sebanyak 5 – 10 ml (1 – 2 sendok makan) + molase / gula pasir  1 – 2 sendok makan per liter air. Untuk air yang satu ember kurang lebih 5 liter diperlukan EM4 dan molase/gula masing-masing 5 – 10 sendok makan,  aduk sampai rata,
  • Bahan yang terdiri dari limbah serbuk kayu gergaji, limbah sekam padi kotoran ternak dan dedak dicampur secara rata.
  • Bahan poin (b) disiram dengan larutan 1. Pencampuran dilakukan perlahan-lahan dan merata hingga kandungan air ± 30 – 40 %. Kandungan air yang diinginkan diuji dengan cara menggenggam bahan.  Kandungan 30 – 40% ditandai dengan tidak menetesnya air bila bahan digenggam dan akan mekar bila genggaman dilepas. bila kurang basah buat larutan serupa ( Larutan 1 )  sampai adonan benar-benar mencapai kandungan 30 – 40 %.
  • Meletakan adonan tersebut pada tempat yang telah dipersiapkan setinggi 15 -20 Cm tetapi dapat jiga ditumpuk samapai 1,5 m diberi alas dan ditutup kantong plastik atau karung goni,
  • Memeriksa adonan setiap 5 sampai 6 jam sekali untuk mengetahui suhu adonan dengan termometer dan mempertahankan suhu maksimal 50o C.  Bila tidak ada alat termometer pemeriksaan dilakukan dengan memasukan tangan pada adonan, bila suhu adonan terasa panas dan tidak tertahan maka diasumsikan suhu adonan melebihi 50o C, adonan dibuka dan diaduk-aduk lalu ditutup kembali,
  • Proses frementasi ini berlangsung sekitar 4 sampai 7 hari biasanya suhu adonan akan normal atau stabil dan ditandai dengan tumbuhnya cendawan berwarna putih,
  • Setelah bahan menjadi bokashi penutup bokashi (plastik / karung goni) dapat dibuka. Bokashi ini dicirikan dengan warna hitam, gembur, tidak panas, dan tidak berbau. Dalam kondisi itu pupuk bokasi sudah jadi dan siap digunakan.
  • Apabila pupuk bokashi akan dijual atau dipasarkan perlu dikemas dalam kemasan yang baik supaya kelembaban pupuk tetap terjaga.

Penggunaan

Bokhasi dapat digunakan seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosis yang umum digunakan yaitu :3 – 4 genggam bokashi untuk satu meter persegi lahan.

Penggunaan berbagai macam bokashi secara umum sama. Namun alangkah baiknya bila penggunaannya disesuaikan dengan unsur hara dalam bokashi tersebut.

  1. Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik digunakan untuk melanjutkan fermentasi penutup tanah (mulsa) dari bahan organik dan digunakan dilahan sawah karena ketersediaan bahannya cukup.
  2. Bokashi pupuk kandang dan bokashi pupuk kandang tanah baik digunakan untuk media pembibitan dan media tanaman yang masih kecil.
  3. Bokashi ekpres baik digunakan untuk penutup tanah (mulsa) pada tanaman sayur dan buah-buahan.

Keunggulan

Dengan bantuan EM4, bokashi yang diperoleh sudah dapat digunakan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu setelah proses 4-7 hari. Selain itu, bokashi hasil pengomposan tidak panas, tidak berbau busuk,tidak mengandung hama dan penyakit, serta tidak membahayakan pertumbuhan atau produksi tanaman.

Jenis–jenis pembuatan bokasi lain :

  • Bokasi arang sebuk gerjaji atau arang sekan dan kotoran ternak
  • Bokasi jerami
  • Bokasi pupuk kandang dan arang / arang serbuk gergaji
  • Bokasi ekspres
  • Dan lain-lain.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About hamiudin

Lahir di Raha (Kab. Muna - SULTRA) 1 Juni 1980. Anak ke 3 dari 8 bersaudara. SDN 13 Raha, SMPN 1 Raha, SKMA Ujung Pandang Angk. III (1999), Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor 2006. Staf Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, Bali.